A. Kebijakan dan strategis pemerintah dalam mendorong digitalisasi

1. Kebijakan dan strategis pemerintah dalam mendorong digitalisasi:

  • Integrasi program digital dalam RPJMD dan Renstra Dispar.
  • Penguatan promosi digital (website resmi, media sosial).
  • Pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM wisata.
  • Kolaborasi dengan OTA dan platform marketplace.
  • Digitalisasi layanan (e-ticketing, sistem reservasi online).
  • Dukungan pengembangan desa wisata berbasis digital.
     2. Sejak kapan digitalisasi menjadi bagian strategi?

Digitalisasi mulai diperkuat sejak:

  • Era Revolusi Industri 4.0 (Sekitar 2018).
  • Semakin dipercepat saat pandemi COVID-19 (2020-2022) sebagai respon pembatasan mobilitas.
  • Kini menjadi strategi permanen dalam transformasi pariwisata daerah.
    3. Program yang dilakukan untuk mendukung transformasi digital
  • Pelatihan literasi digital & social media marketing.
  • Workshop foto/vidio konten promosi.
  • Pendampingan UMKM masuk marketplace & OTA.
  • Fasilitasi sertifikasi dan promosi digital desa wisata.
  • Kampanye tematik melalui media sosial resmi.
     4. Integrasi dengan RPJMD/Renstra

Digitalisasi masuk dalam:

  • Program pengembangan ekonomi kreatif
  • Indikator kinerja berbasis peningkatan kunjungan & promosi digital
  • Strategi smart city dan transformasi digital daerah.

B. Model Pemasaran Digital Destinasi

 

     5. Platform digital yang digunakan

  • Website resmi Dispar
  • Instagram, TikTok, Facebook.
  • YouTube (Video promosi destinasi)
  • Google Business Profile.
  • Kerja sama OTA (traveloka, Tiket.com, dll).

     6. Model pemasaran yang diterapkan

  • Branding destinasi berbasis alam & wisata keluarga.
  • Storytelling konten visual (reels, short video).
  • Kolaborasi influenser lokal/nasional.
  • Kampanye tematik (libur sekolah, event daerah).
  • User-generated content (UGC).

     7. Efektivitas media sosial

Efektif dalam:

  • Meningkatkan awareness & engagement.
  • Mendorong kunjungan jangka pendek saat kampanye.

Namun:

  • Perlu konsistensi konten.
  • Perlu analitik untuk mengukur konversi nyata.